KEGIATAN PEMBINAAN GURU RA DAN MADRASAH
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Harus, S.Pd.I didampingi Kasi PAKIS H.M. Karyawan, S.Ag membuka kegiatan Pembinaan Guru RA dan Madrasah
Pelantikan Pejabat
Kepala Kantor Kemenag Bangka Selatan Syarifudin, S.Ag., M.Pd.I memimpin pengucapan sumpah jabatan untuk pejabat yang dilantik
Foto Bersama
Pejabat yang dilantik berfoto bersama dengan Kakanwil Kemenag Prov. Babel Prof. DR. H. Hatamar, M.Ag, Kakankemenag Basel Syarifudin, S.Ag., M.Pd.I dan Kasubbag TU Kankemenag Basel H. Agus Sadimin, S.Ag., M.Pd.I
UPACARA BULANAN
Peserta upacara
Rabu, 28 Januari 2015
GURU HARUS KAYA
Oleh: Jasman, S.Pd
Guru SMA Negeri 1 Toboali
Tentu
kita semua masih ingat dengan lagu Umar Bakri. Bahkan lagu ciptaan Iwan Fals
tersebut masih sangat akrab di telinga
kita sampai sekarang. Sebuah tembang yang dirilis tahun 1981 itu bercerita
tentang kisah seorang guru pegawai negeri yang sangat berjasa mencetak
orang-orang pintar. Tetapi, dari sisi ekonomi Umar Bakri adalah sosok guru yang
kurang beruntung.
Hanya
dengan mengendarai sepeda kumbang, membawa tas kulit warna hitam, dan
penghasilan yang kecil, Umar Bakri sepedanya untuk menghampiri para murid yang
telah menunggunya di gerbang sekolah. Tidak ada kata mengeluh ataupun berputus
asa. Dengan penuh keyakinan Umar Bakri tetap menjalankan tugas kesehariannya
sebagai seorang guru. Sebuah gambaran seorang guru yang masih hidup dalam
“kemiskinan”.
Di
era modern ini, guru yang seperti sosok Umar Bakri tidak lagi terjadi. Sudah
saatnya seorang guru hidup dalam taraf yang layak. Layak dari sisi ekonomi,
ilmu, pengetahuan, dan keterampilan. Apalagi sekarang pemerintah telah
mengeluarkan program sertifikasi guru. Bagi guru berstatus pegawai negeri, gaji
yang diterimanya menjadi dua kali lipat. Sedangkan bagi guru sekolah swasta,
tunjangan sertifikasi dibayarkan pemerintah sesuai dengan standar minimal yang
telah ditentukan. Pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan pemerintah saat ini
adalah nasib para guru honorer. Pemerintah harus pintar-pintar merumuskan kebijakan
agar kesejahteraan para guru honorer bisa meningkat. Ringkasnya, pemerintah
harus mampu membuat semua guru, pegawai negeri, guru sekolah swasta, dan guru
honorer, menjadi guru yang kaya.
Menjadi
kaya adalah sebuah kebutuhan. Agama pun menganjurkan umatnya hidup kaya. Karena
kemiskinan akan membawa manusia mendekati kekafiran. Dengan kekayaan manusia
akan lebih mudah untuk berbuat amal. Karena tangan di atas lebih baik daripada
tangan di bawah. Supaya tangan bisa di atas maka kita harus kaya.
Begitu
juga dengan guru. Guru yang kaya akan lebih fokus dalam mengajar. Pendistribusian
pengetahuan akan lebih terkontrol. Mendidik siswanya terasa lebih berasa. Bergaul
pun akan lebih percaya diri. Dan,
beramalnya pun akan lebih bermanfaat. Tinggal bagaimana guru me-manage segala potensi sumber daya untuk menjadi kaya.
Guru
kaya yang penulis maksud tidaklah hanya sebatas kaya harta. Tetapi kaya dalam
arti yang luas. Karena kaya harta sering kali membuat orang lupa. Kaya harta tidak
jarang membuat orang susah. Ada beberapa kekayaan yang harus dimiliki oleh
seorang guru.
Pertama, Kaya
Hati. Memang hati hanyalah segumpal daging yang tertanam dalam tubuh seseorang.
Tetapi hati memiliki makna yang sangat vital
bagi seorang individu. Jika hatinya baik, maka baiklah orang tersebut.
Sebaliknya, jika jelek hati seseorang maka jeleklah perangai orang tersebut. Seorang
yang kaya hati (baik hati) akan disenangi semua orang. Seorang guru yang kaya
hati akan selalu membuat murid-muridnya senang, ceria, dan bahagia.
Kehadirannya selalu dinantikan oleh murid-muridnya. Ketidakhadirannya membuat
murid-muridnya rindu. Ketika bertemu muridnya akan merasa bahagia. Lisannya
terjaga. Sehingga mendengar suaranya saja murid-muridnya akan tersenyum.
Berbeda
dengan guru yang miskin hatinya. Guru seperti ini akan ditakuti oleh
murid-muridnya, bahkan tidak jarang menimbulkan kebencian. Kehadirannya membuat
muridnya gerah. Ketidakhadirannya sangat disyukuri oleh murid-muridnya. Ketika senyum
pun hanyalah senyum sinis sehingga tidak mampu mensenyumkan hati
murid-muridnya. Guru yang miskin hati lisannya pun tidak terjaga dengan baik.
Perkataannya kadang melukai hati orang yang mendengarnya.
Kedua, Kaya
Ilmu dan Pengetahuan. Sebagai seorang professional, seorang guru harus
menguasai ilmu yang luas. Paling tidak ilmu yang berhubungan dengan bidang
studinya. Jangan pernah terjadi seorang guru dicap “bodoh” oleh murid-muridnya.
Oleh karena itu, semua guru harus senantiasa men-charge dan meng-update perkembangan
ilmu pengetahuannya. Di zaman globalisasi seperti sekarang tidak jarang seorang
murid memperoleh ilmu pengetahuan lebih cepat dari gurunya. Jika guru tidak
mengimbanginya dengan cepat, maka tidak segan-segan muridnya memberi label jelek
kepada gurunya.
Ketiga, Kaya
Keterampilan. Sekarang bukan zamannya guru Umar Bakri. Guru yang hanya bermodal
tas kulit dengan sebundel buku untuk dibawa ke dalam kelas. Bukan saatnya lagi
guru hanya menulis di papan hitam berdebu. Sekarang zamannya guru harus memiliki
keterampilan mengelola teknologi. Bukanlah hal yang langka ketika ada guru yang
pintar mengoperasionalkan perangkat IT. Karena sekarang guru senantiasa
dituntut untuk memiliki keterampilan seperti itu. Penggunaan IT dalam mengajar sangat
berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Intinya, dengan kekayaan keterampilan
seorang guru akan mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang menarik.
Ilmu pengetahuan pun semakin mudah ditransfer kepada murid-muridnya.
Namun,
kendala yang dihadapi oleh guru-guru underqualified
adalah keengganan mereka untuk berlatih menguasai IT. Dalam istilah kerenya
jadi guru gaptek (gagap teknologi). Pikiran mereka selalu didogma dengan mental
yang kolot. Mereka selalu merasa puas dengan gaya klasiknya. Padahal, suatu hal
yang sudah expired jika ada perangkat
pembelajaran yang masih dibuat dengan tulisan tangan.
Keempat, Kaya
Amal. Amal adalah perbuatan. Amal yang baik akan mendapat balasan yang baik (baca;
pahala) pula. Begitu pula amal yang buruk akan memperoleh imbalan yang buruk
juga (baca: dosa). Dengan disertai niat yang baik, rutinitas guru mengajar
dicatat Tuhan YME sebagai amal jariyah. Artinya mengajar adalah sebuah ladang
amal bagi seorang guru. Tetapi amal tersebut harus ditindaklanjuti dengan amal
perbuatan yang lain. Sebagai contoh rajin beribadah, sering bersedekah, serta
amalan lainnya. Kebiasaan baik tersebut bisa menjadi pemantik semangat murid-murid
untuk ikut melakukan hal yang sama. Sehingga guru tersebut benar-benar menjelma
menjadi sosok yang patut diteladani, digugu dan ditiru.
Kelima, Kaya
Pergaulan. Sebagai makhluk sosial, guru tidak mampu hidup secara menyendiri. Hal
ini menandakan bahwa seorang guru senantiasa ingin berkembang. Perkembangan itu
bisa dicapai ketika guru tersebut sering bersosialisasi dengan orang lain, baik
dengan murid, sesama rekan sejawat, kolega, maupun masyarakat umum.
Seorang
guru harus mempunyai ruang lingkup pergaulan yang luas. Ada banyak wadah bagi
guru dalam mencari komunitas pergaulannya. Di tingkat sekolah misalnya, guru bisa
berbaur dengan semua warga sekolah. Murid, teman sejawat, kepala sekolah, dan
tenaga kependidikan bisa menjadi wadah berdiskusi dan sharing informasi. Di luar sekolah, Forum-forum guru menjadi alternatif
bagi guru untuk mengembangkan pergaulan. Organisasi Profesi (PGRI), MGMP, Forum
Ilmiah Guru, dan organisasi (nonpolitik) lainnya adalah contoh wadah pergaulan
guru. Tentunya pergaulan yang bersinergi dengan profesionalitas seorang guru. Masyarakat
juga tidak bisa terlepas dari ruang lingkup pergaulan guru. Guru harus memiliki
kompetensi sosial yang baik di masyarakat. Mengikuti kegiatan keagamaan (menjadi
pengurus masjid dan majlis taklim), lembaga kemasyarakatan (RT/RW) bisa
meningkatkan pergaulan guru.
Seorang
guru yang kaya pergaulannya akan memiliki pengalaman yang lebih matang. Guru
tersebut menjadi lebih dewasa dibandingkan dengan guru yang miskin pergaulan.
Guru yang kaya pergaulan maka kompetensi sosialnya akan lebih berkembang. Hal
ini akan berpengaruh terhadap caranya bersosialisasi dengan murid-muridnya.
Keenam, Kaya
Harta. Harta adalah aset yang dimiliki seseorang. Dengan harta manusia mampu
memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin kaya seseorang, maka semakin banyak pula
kebutuhan yang terpenuhi. Seorang guru yang kaya harta akan lebih mudah
memenuhi kebutuhan mengajarnya. Namun, bukan berarti guru yang tidak kaya tidak
bisa seperti itu. Kaya harta bukan sekedar diartikan memiliki banyak harta.
Guru yang kaya harta adalah guru yang bisa mensyukuri segala rezeki yang ada
serta mampu memanfaatkannya bagi kepentingan yang bermanfaat.
Semoga
kita semua termasuk golongan Guru Kaya, kaya hati, kaya ilmu, kaya
keterampilan, kaya amal, kaya pergaulan, dan kaya harta. Mari kita hilangkan
kesan guru “miskin” di negeri kita ini. Sudah saatnya guru menjadi sosok yang benar-benar bermanfaat bagi murid-murid. Wallahu a’lam.
Minggu, 25 Januari 2015
KETENTUAN PELAKSANAAN UAMBN TINGKAT MTs dan MA 2014/2015
Toboali (25/01/2015). Sehubungan pelaksanaan Ujian akhir Madrasah Bertaraf Nasional Tahun pelajaran 2014/2015, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menerbitkan surat keputusan No. 32 tahun 2015 tentang Ketentuan pelaksanaan UAMBN Mapel Agama dan Bahasa Arab Untuk Tingkat MTs dan MA Tahun 2014/2015. dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. Phil. Kamarudin Amin dijelaskan waktu pelaksanaan UAMBN, mapel yang di ujiankan, jumlah soal masing-masing mapel dan kisi-kisi soal masing-masing mapel. diharapkan dengan terbitnya SK Dirjen ini, masing-masing kepala Madrasah dapat memerintahkan kepada masing-masing guru mapel untuk dapat menyiapkan siswa-siswi masing untuk dapat menghadapi UAMBN Tahun 2014/2015. untuk lebih lanjut, masing-masing kepala madrasah untuk dapat mendowload SK dirjen no. 32 tahun 2015 di bawah ini untuk selanjutnya dapat membagi informasi kepada guru mapel masing-masing.(ciikghu soedi)
Keputusan Dirjen Pendis No. 32 Tahun 2015 DOWNLOAD
Rabu, 21 Januari 2015
Rabu, 31 Desember 2014
SELESAI TEPAT WAKTU
Toboali(31/12/2014), setelah melalui
proses yang panjang, akhirnya proses pengaktifan NUPTK dan PegId seluruh PTK RA
dan madrasah di lingkungan Kantor Kemenag Bangka Selatan selesai melalui
aplikasi PADAMU NEGERI, ditandai dengan pencetakan kartu NUPTK salah satu
pengawas yaitu Pengawas tingkat dasar Drs. Jaya.
Proses ini diawali dengan updating
riwayat pengajaran masing-masing PTK, dialnjutkan dengan verval biodata oleh
operator PADAMU Kabupaten, setelah itu baru seluruh PTK dapat melaksanakan
pencetakan kartu NUPTK ataupun Peg ID, setelah itu para kepala RA dan Madrasah
diharuskan melaksanakan PKG online kepada seluruh Pendidik (Guru) yang ada
dibawah binaan masing-masing. Setelah melaksanakan PKG kepala RA/Madrasah harus
menyerahkan S22 kepada operator Kabupaten untuk diverval, setelah itu kepala
RA/Madrasah diharuskan melaksanakan pencetakan kartu NUPTK/Peg ID, setelah
NUPTK/PegID para Kepala RA/Madarash dinyatakan aktif para pengawas diwajibkan
untuk melaksanakan PKG dan PKKS secara online kepada kepala RA/Madrasah yang
menjadi binaannya. Setelah selesai pengawas dapat mencetak kartu NUPTK
masing-masing.
Menurut Sudiarto, S.Pd (operator PADAMU
NEGERI Kemenag Kab. Bangka Selatan) mengatakan Kegiatan pengaktifan NUPTK/PegID
kali ini menuntut setiap PTK untuk aktif dalam melaksanakannya secara mandiri,
operator sekolah maupun kabupaten hanya bertindak sebagai pembimbing saja. Karena
itu setiap PTK diwajibkan untuk dapat memahami apa yang harus dilakukan, dan
jangan pernah malu untuk bertanya kepada operator sekolah maupun operator
kabupaten.
Kedepannya seorang PTK harus mengerti
atau melek akan Teknologi Informasi, karena dengan adanya Aplikasi PADAMU
NEGERI ini setiap PTK harus dapat mandiri dalam melaksanakan pengaktifan NUPTK
ataupun pengajuan NUPTK baru, kata Kasi Pendidikan Madrash Harus, S.Pd.I.
karena kegiatan ini tidak berhenti dititik ini saja tapi akan selalu berlanjut
secara berkala.
Pesan operator PADAMU NEGERI, EMIS,
AP2SG dan Penadata UN Kantor Kemenag Bangka Selatan kepada para operator di
tingkat sekolah untuk terus bersemangat dalam melaksanak tugas masing-masing
karena valid data setiap madrasah ada di tangan operator itu sendiri. Semangattt….(cikghusoedi)
Senin, 29 Desember 2014
LATIHAN UPACARA HAB KEMENAG KE 69 TAHUN 2015
Toboali(29/12/2014).
Untuk lebih memantapkan pelaksanaan upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama
ke 69 Tahun 2015 pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan, Seksi
Upacara Panitia HABKemenag Ke 69 Tahun
melaksnakan latihan upacara. Latihan ini dipandang sangat perlu dikarenakan
untuk lebih memantapkan tugas para petugas upacara yang telah ditetapkan.
Adapun yang memimpin latihan upacara kali ini adala ketua seksi upacara Panitia
HAB Kemenag Bangka Selatan yaitu sudiarto, S.Pd.
Adapun para petugas yang ditunjuk adalah
Pemimpin Upacara Syamsul Bahri, S.Pd.I ( Kepala MTs Al Hidayah), Perwira
Upacara Nazuri ( Kaur TU MA Al Hidayah), Pembaca UUD 1945 Ahmad Sukandi, S.Ag ( Waka Kesiswaan MTs Al
Hidayah), Pembaca teks panca Prasetya Korpri Jumiati, S.Sos.I ( Pengembang
Kelembagaan Seksi PAKIS), Pembawa Acara Yulia Triana, SE ( Bendahara
Pengeluaran), Pembaca do’a Ust. Rosidi ( Kepala MUI Bangka Selatan) sedangkan
Pembina upacara direncanakan adalah Bupati Bangka Selatan H. Jamro H. Jalil.
Semoga dengan adanya latihan ini, setiap
petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan baik saat pelaksanakan upacara HAB
Kemenag ke 69 Tahun 2015 yang direncanakan diselenggarakan pada tanggal 3
Januari 2015 di halaman Kantor Kemenag Bangka Selatan. (cikghusoedi)
Rabu, 24 Desember 2014
SK Dirjen Pendis No. 32 Tahun 2015 Tentang POS UAMBN 2015
DOWNLOAD
KMA 158 Tahun 2010 tentang pedoman penyusunan analisa jabatan KEMENAG DOWNLOAD
PMA No. 90 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah DOWNLOAD
KMA NOMOR 158 TAHUN 2010 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anjab Kemenag DOWNLOAD
KMA No. 207 tahun 2014 Tentang Kurikulum Madrasah DOWNLOAD
PMA no. 29 Tahun 2014 Tentang Kepala Madrasah DOWNLOAD
JUKNIS BOS MI dan MTs DOWNLOAD
JUKNIS BOS MA DOWNLOAD
PMA No. 14 tentang Pendirian Madrasah DOWNLOAD
PMA No. 42 Tahun 2014 Tentang SKL dan Standar Isi Mapel PAI dan Bahasa Arab di Madrasah DOWNLOAD
PMA No. 43 Tahun 2014 tentang pembayaran sertifikasi Non PNS DOWNLOAD
PMA no. 90 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah DOWNLOAD
KMA Nomor 165 tentang Pedoman Kurma 13 Mapel PAI dan Bahasa Arab DOWNLOAD
PERTANDINGAN TENIS MEJA ANTAR PEGAWAI DALAM RANGKA HAB KE 69 2015

Toboali
(22/12/2014), Dalam rangka memperingati Hari Amal
Bakti Kementerian Agama ke 69 Tahun 2015, Kantor Kemenag Bangka Selatan
melaksanakan pertandingan tenis meja yang di ikuti oleh seluruh pegawai
laki-laki yang ada di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka
Selatan. Adapun yang menjadi ketua pelaksana pertandingan tenis meja ini adalah
Amran, S.Ag Kepala seksi BIMAS Islam Kantor Kemenag Bangka Selatan. Menurut
beliau dalam press release nya dalam pertandingan kali ini yang dikejar
bukanlah hadiah ataupun pula tapi kebersamaan sesame pegawai Kementerian Agama,
terutama pegawai yang bekerja di lingkungna kantor Kementerian Agama Kabupaten
Bangka Selatan.
Ada dua nomor yang
dipertandingkan dalam pertandingan kali ini yaitu nomor ganda putra dan tunggal
putra yang menggunakan sistem pertandingan yang berbeda, untuk nomor tunggal
putra pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang dibagi ke dalam
dua grup, dimana 2 peserta yang memiliki nilai tertinggi masing-masing grup
akan maju ke babak semifinal dan akan melanjutkan pertandingan untuk maju ke
babak final dengan sistem gugur.
Sedangkan untuk nomor ganda putra pertandingan menggunakan sistem gugur.
Semangattt!!! (cikghusoedi)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)





