KEGIATAN PEMBINAAN GURU RA DAN MADRASAH

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Harus, S.Pd.I didampingi Kasi PAKIS H.M. Karyawan, S.Ag membuka kegiatan Pembinaan Guru RA dan Madrasah

Pelantikan Pejabat

Kepala Kantor Kemenag Bangka Selatan Syarifudin, S.Ag., M.Pd.I memimpin pengucapan sumpah jabatan untuk pejabat yang dilantik

Foto Bersama

Pejabat yang dilantik berfoto bersama dengan Kakanwil Kemenag Prov. Babel Prof. DR. H. Hatamar, M.Ag, Kakankemenag Basel Syarifudin, S.Ag., M.Pd.I dan Kasubbag TU Kankemenag Basel H. Agus Sadimin, S.Ag., M.Pd.I

UPACARA BULANAN

Peserta upacara

Rabu, 24 Desember 2014

ROTASI DAN PROMOSI JABATAN



Toboali (24/12/2014), Roda organisasi Kantor Kemenag Bangka Selatan kembali berputar, itu ditandai dengan adanya pelantikan atas beberapa pejabat eselon IV, baik itu yang mengalami promosi jabatan maupun yang hanya rotasi jabatan saja, adapun pejabat yang dilantik adalah:
  1.  Iskandar, S.Pd.I Mengalami Pergeseran dari Kasi Pendidikan Madrasah menjadi Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh
  2.  Harus, S.Pd.I Dari Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam menjadi Kasi Pendidikan Madrasah
  3.  HM. Karyawan, S.Ag. Dari Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh menjadi Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
  4. Idi Anshori, S.Ag dari Kepala KUA Payung menjadi Kepala KUA Air Gegas 
  5. Muslimin, S.HI dari Penghulu Fungsional pada KUA Koba Bangka Tengah menjadi Kepala KUA Payung 
pada kesempatan kali ini pelantikan para pejabat dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Bangka Belitung Prof. DR. H. Hatamar, M.Ag. dalam sambutannya beliau menekankan bahwa pergeseran jabatan dalam suatu hal biasa dengan tujuan adalah  untuk penyegaran organisasi dan untuk meningkatkan semangat kerja.
selain pergeseran para pejabat eselon IV, pergeseran juga dialami oleh para staf pelaksana yang sekarang dikenal dengan Jafung Umum, adapun Jafung umum yang mengalami pergeseran adalah
  1. Suarti, S.Ag dari pelaksana seksi pendidikan madrasah menjadi Pengembang Kepegawaian Subbag TU
  2. Yuslaili Ningsih, S.Ag dari pelaksana urusan kepegawaian Subbag TU menjadi pelaksana pada Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh.
semoga para pejabat yang dilantik dan para jafung umum yang mengalami pergeseran dapat melaksanakan tugas sesuai dengan TUPOKSI yang telah ditetapkan. (cikghusoedi)

Rabu, 17 Desember 2014

PENGUMUMAN HASIL PLPG LPTK FAKULTAS TARBIYAH IAIN RADEN FATAH PALEMBANG TAHUN 2014

Pengumuman Kelulusan Peserta PLPG 2014

berdasarkan surat dan SK yang kami terima dari LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang, dengan ini disampaikan bahwa semua peserta PLPG dari Kabupaten Bangka Selatan dinyatakan LULUS.

untuk mengetahui info lebih lanjut dapat mendowload lampiran di bawah ini: SK dan LAmpiran Pengumuman Kelulusan PLPG 2014

Kamis, 11 Desember 2014

Ke- ngganteng-an Kurikulum 2013, Mulai Memudar?




Oleh: Robinson, S. Pd. I 
Kepala MI Sinar Islam Toboali 

Meskipun sampai dengan dituliskannya artikel ini, ada sekolah-sekolah yang belum mendapatkan edaran resmi tentang penghentian pemberlakuan penerapan kurikulum 2013 (kurtilas), beberapa media online telah merilis pernyataan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah RI, DR. Anies Baswedan diantaranya seperti yang dirilis oleh Pewartaekbis (05-12-2014) ……“Kami kirimkan surat edarannya besok. Jadi, kepala sekolah dan guru bisa mulai kembali menyiapkan Kurikulum 2006,” jelas Anies Baswedan seperti diwartakan Kompas (5/12/2014). Namun, penghentian penggunaan Kurikulum 2013 tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh. Pemberhentian akan dilakukan untuk sekolah yang belum menjalankan kurikulum tersebut selama tiga semester. Sementara itu, sekolah yang sudah menggunakannya di atas tiga semester akan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya. Jelas beliau selanjutnya. Terkait dengan alasan penghentian, Anies Baswedan menyatakan jika masalah pada Kurikulum 2013 masih banyak sehingga harus segera diperbaiki secara bertahap. Masalah yang dimaksud bahkan berada pada ranah konseptual, seperti ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum. Sekolah-sekolah diimbau Anies Baswedan untuk tidak perlu khawatir kembali ke Kurikulum 2006. Menurut sang menteri, konsep-konsep pada Kurikulum 2013 sebenarnya telah ada dalam Kurikulum 2006. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif di kelas. Berita ini begitu dirilis tidak serta merta membuat guru dan para pelaku pendidikan lainnnya merasa senang, apalagi harus bertepuk tangan, karna apapun bentuk kebijakan biasanya selalu menuai pro dan kontra, selalu ada plus dan minusnya. apalagi jika kita ingin men”flash back”, melihat lagi ke belakang tentang mencuatnya gagasan untuk melahirkan “seorang calon Jabang Bayi” yang selanjutnya setelah lahir dia diberi nama “Kurikulum 2013”. Menteri M. Nuh (Kabinet Indonesia Bersatu Jilid2), mengatakan (dikutip dari – Okezone/ 2 April 2013)” Kurikulum 2013 sudah baik, baik dari sisi konsep sampai isinya. "Yang jelas kurikulum ini, kurikulum yang ngganteng (bagus), baik dari sisi konsep sampai sisi isinya," ujar M Nuh, usai rapat terbatas di Istana Negara, seperti dikutip dalam situs resmi Sekretariat Kabinet (Setkab), di Jakarta, Selasa (2/4/2013). Kenapa ya, mendikbud menyebut ganteng? Pasalnya, dalam kurikulum yang akan diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013-2014 ini, akan ada ekstrakurikuler wajib bagi para siswa, yakni pramuka. "Pramuka mengajarkan nilai leadership, kebersamaan, dan bukan hanya fenomena Indonesia saja, tetapi juga dunia," tuturnya. Nantinya, dalam kurikulum ini, akan dibuat segitiga utuh yaitu kurikuler, ekstrakurikuler, dan ko-kurikuler. "Yang kita bangun di dalam Kurikulum 2013 ini segitiga utuh, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap," tegasnya. Dia mengingatkan, dalam membangun sikap tidak bisa dilakukan hanya di dalam kelas tetapi dibentuk melalui ekstrakurikuler dan ko-kurikuler. Untuk itulah pramuka menjadi salah satu kegiatan yang diwajibkan dalam ekstrakurikuler. Dari 2 pernyataan menteri di atas, setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita ambil sarinya, Yang pertama mungkin, setiap menteri, dalam hal ini menteri pendidikan, selalu ingin meninggalkan “warisan” yang kelak akan selalu diingat oleh seluruh pemangku kebijakan pendidikan di negeri tercinta ini, Yang kedua, ada perbedaan pendapat yang mendasar tentang konsep kurikulum 2013, yang pertama Menteri M. Nuh (Kabinet Indonesia Bersatu Jilid2) mengatakan ” Kurikulum 2013 sudah baik, baik dari sisi konsep sampai isinya” di lain kesempatan Menteri Anies Baswedan (Kabinet Kerja) mengatakan “jika masalah pada Kurikulum 2013 masih banyak sehingga harus segera diperbaiki secara bertahap. Masalah yang dimaksud bahkan berada pada ranah konseptual, seperti ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum. Meskipun sebetulnya ada beberapa alasan lain seperti : kesiapan buku, sistem penilaian, pelatihan guru, pendampingan guru, dan pelatihan kepala sekolah yang belum merata. Yang ketiga. Mungkin ke-ngganten-gan kurikulum 2013, sudah berangsur-angsur pudar termakan oleh usia yang masih sangat muda sekali. Terlepas dari benar tidaknya sari yang diambil di atas, setidak-tidaknya penghentian pemberlakuan implementasi kurikulum 2013 menjadi sebuah pembelajaran bagi semua pihak yang berkepentingan, bahwa mengawali sesuatu dengan konsep yang matang dan perhitungan perhitungan yang jitu serta analisa-analisa yang tajam, adalah sebuah keniscayaan. Sehingga apapun produk yang dihasilkan oleh sebuah kebijakan lebih banyak manfaatnya dari pada mudhoratnya. Akhirnya kita akan menunggu terobosan berikutnya yang akan dilakukan para pembuat kebijakan di negeri ini untuk pendidikan Indonesia yang lebih dan lebih baik dari hari-hari sebelum hari ini. Tetap semangat para guru dan tetap optimis para siswa. Semoga! 

BIODATA PENULIS NAMA : ROBINSON, S. Pd. I 
TTL : TOBOALI, 5 DESEMBER 1973 
JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI 
PEKERJAAN : GURU PNS 
ALAMAT : JL. AMD GANG DUL TOBOALI KAB. BANGKA SELATAN 
NO.HP : 081995409600

Jumat, 05 Desember 2014

AKHIRNYA TUKINNYA MUNCUL JUGA


Toboali(5/12/2014), Alhamdulillah setelah menunggu beberapa lama, pegawai yang berada di bawah satuan kerja Program Pendis dapat tersenyum juga, karena apa yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga, yaitu revisi DIPA Pendis yang memuat tentang anggaran Tunjangan Kinerja atau yang sering disebut dengan Tunjangan Kinerja. hal ini sangat membuat bahagia para pegawai, karena apa yang dinanti-nanti yang sempat membuat mereka putus asa akhirnya muncul. sekarang tinggal menunggu SE dari Dirjen pembendaharaan Kemenkeu untuk dapat mencairkan anggaran tersebut. adapun pendapatan yang didapat setiap pegawai berbeda-beda tergantung jabatan dan grade masing, seperti Kasi Pendidikan Madrasah dan Kasi PAKIS yang menduduki grade 9 perbulannya mendapatkan penghasilan sebesar 2.915.000 diluar gaji pokok dan tunjangan jabatan sturktural. sedangkan para staf yang sekarang disebut dengan Jabatan Fungsional Umum di kedua seksi tersebut kesemuanya menduduki grade 7 dan mendapatkan penghasilan 2.304.000. semoga dengan diberikan tunjangan kinerja ini dapat meningkatn kinerja para pegawai baik Kasi maupun para JFU. (cikghusoedi)

Selasa, 02 Desember 2014

PADAMU NEGERI

DAFTAR MADRASAH YANG SUDAH MENYERAHKAN S22 :
1. RA SINAR ISLAM
2. RA AL HIDAYAH
3. RA BAHRUL ULUM
4. RA NURUL HUDA
5. MI SINAR ISLAM
6. MI DARUL HIKMAH
7. MTS NURUL QURAN
8. MA DARUL HIKMAH

BAGI YANG BELUM MOHON SEGERA DILAKSANKAN PKG NYA...


OPERATOR PADAMU MADRASAH KEMENAG BASEL

SUDIARTO, S.Pd

Kamis, 27 November 2014


Senin, 24 November 2014

Menag: Guru Profesi Mulia

Jakarta (Pinmas) —- Guru adalah profesi yang sangat mulia. Jasanya tidak bisa diukur dengan materi karena setiap hari guru senantiasa memberikan nilai-nilai baik kepada seluruh peserta didik Indonesia.
Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan PGRI ke-69 di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Senin (24/11). Upacara ini diikuti oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Pengurus Pusat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta ribuan guru sekolah dan madrasah.
“Jadi guru-guru memang sangat mulia. Bagaimanapun kita tahu bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia yang jasanya tidak bisa diukur dengan materi karena dari hari ke hari selalu memberikan nilai-nilai baik kepada seluruh anak didik kita,” kata Menag.
Sebagai organisasi besar dan memiliki sejarah  panjang, Menag berharap di ulang tahunnya yang ke-69, PGRI dapat terus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terus berubah guna memberikan yang terbaik buat peserta didik Indonesia. “Saya percaya penuh bahwa pengurus PGRI punya kemampuan untuk itu,” tutur Menag.
Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun PGRI, yaitu setiap 25 November. Hari Guru Nasional umumnya dirayakan  dalam bentuk upacara peringatan di sekolah/madrasah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah/madrasah, dan pengawas sekolah/madrasah. Guru di Indonesia dinilai sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. (cw/mkd/mkd)

 Sumber: www.kemenag.go.id

Senin, 17 November 2014

RAKERDA UKS BABEL 2014



Pangkalpinang (16/11/2014), bertempat di Hotel Puncak Kota Pangkalpinang Tim Pengelola Unit Kesehatan Sekolah Provinsi Kep. Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Daerah. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin 2 tahunan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menyamakan visi dan misi para Tim Pengelola UKS di tingkat Kabupaten/Kota dengan Tim Pengelola UKS di tingkat Provinsi. Kegiatan ini di ikuti oleh oleh seluruh TP UKS dari Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kep. Bangka Belitung yang terdiri dari perwakilan Bagian Kesra, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bappeda dan Kantor Kementerian Agama masing-masing 1 orang yang kesemuanya merupakan anggota dari Tim Pengelola maupun Tim Pelaksana UKS di tingkat kabupaten/kota.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten bidang Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Kep. Bangka Belitung mewakili Gubernur Kep. Bangka Belitung. Dalam sambutannya, beliau menekankan agar tercapainya triasUKS.
Pemateri kegiatan ini berasal dari TP UKS Provinsi Kep. Bangka Belitung, Pihak Dinas Pendidikan Provinsi, Pihak Dinas Kesehatan Provinsi, dan Pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kep. Bangka Belitung. (cikghu soedi)

Senin, 20 Oktober 2014

UNDANGAN KEGIATAN EMIS BIDANG MADRASAH

PENGUMUMAN

Berhubungan akan dilaksanakannya kegiatan Verifikasi, Validasi dan Penguatan Data EMIS Bidang Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang mana kegiatannya akan dilaksanakan pada :
Tanggal : 30 Oktober sampai dengan 1 November 2014
Hari  : Kamis sampai dengan Sabtu
Tempat : Hotel Bumi Asih Kota Pangkalpinang
diberitahukan kepada seluruh operator tingkat RA/MI/MTs dan MA se Bangka Selatan untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut. adapu hal-hal yang harus dibawa pada acara tersebut adalah :
1. SK Penetapan Sebagai Operator EMIS tingkat RA/MI/MTs dan MA
2. Data EMIS semester Ganjil 2014/2015
3. Laptop dan Modem
4. Surat Tugas dari Kantor Kementerian Agama Kab. Bangka Selatan

demikianlah pengumuman ini kami buat, untuk dapat ditindak lanjuti.

Toboali, 20 Oktober 2014
Operator EMIS Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Bangka Selatan


Sudiarto, S.Pd
198307192009121005




 

Jumat, 17 Oktober 2014

PENCAIRAN DANA BOS TRIWULAN IV

PENGUMUMAN

DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH KEPALA MADRASAH SE BANGKA SELATAN, BERHUBUNGAN AKAN DICAIRKANNYA DANA BOS TRIWULAN KE IV MAKA DIHARAPKAN KEPADA SELURUH KEPALA MADRASAH SWASTA SE BANGKA SELATAN UNTUK DAPAT SEGERA DATANG KE KANWIL KEMENAG BABEL UNTUK PROSES PENANDATANGAN KWITANSI PENCAIRAN.
ADAPUN SYARAT YANG HARUS DI BAWA ADALAH :
1. SK KEPALA KANKEMENAG KABUPATEN TENTANG DAFTAR PENERIMA BOS TRIWULAN IV TAHUN 2014
2. SURAT PERJANJIAN PENERIMA BANTUAN (SPPB) YANG SUDAH DITANDA TANGANI DI ATAS MATERAI OLEH KEPALA MADRASAH DAN KASI MADRASAH KAB/KOTA
3. LPJ BOS TRIWULAN 1,2 DAN 3 TAHUN 2014
4. DAFTAR SISWA PENERIMA BOS TRIWULAN IV TAHUN 2014

ADAPUN BATAS TERAKHIR PENANDA TANGANAN KWITANSI INI ADALAH TANGGAL 24 OKTOBER 2014

DEMIKIANLAH PEMBERITAHUAN INI KAMI SAMPAIKAN UNTUK DAPAT SEGERA DITINDAK LANJUTI.


TOBOALI, 17 SEPTEMBER 2014

PENGELOLA BOS MADRASAH
KANTOR KEMENAG BANGKA SELATAN

SUARTI, S.Ag

Kamis, 16 Oktober 2014

Pendaftaran Bantuan Sosial 2014

PENGUMUMAN

diberitahukan kepada seluruh Kepala MI, MTs dan MA
bagi yang mau mengajukan permohonan bantuan sarana prasarana dari Direktorat Madrasah
untuk dapat segera mendaftarkan lembaga masing-masing beserta bentuk bantuan yang diiginkan dengan cara mengakses website Direktorat Madrasah di alamat http://madrasah.kemenag.go.id/bansos/file_html/daftar_bansos.html.
pendaftaran ini paling lambat 23 Oktober 2014

terima kasih atas perhatiannya
admin

Sudiarto, S.Pd
NIP. 198307192009121005

UPAYA MEMBANGUN MADRASAH BERKUALITAS DI WILAYAH BANGKA SELATAN

Oleh : Drs. JAYA

( Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Kab. Bangka Selatan )
Sampai tahun pelajaran 2014/2015 diketahui bahwa lembaga pendidikan formal dibawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan terdapat 20 lembaga pendidikan yang terdiri dari 6 lembaga pendidikan Raudhatul Athfal (RA), 5 lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), 6 lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 3 lembaga pendidikan Madrasah Aliyah (MA).
            Harus disadari dan diakui bahwa ke-20 lembaga pendidikan tersebut kualitasnya masih perlu mendapat perhatian dari semua yang terlibat sebagai pengelola mulai dari Kasi Mapenda, Pengawas madrasah, Kepala RA /madrasah dan para tenaga pendidik. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana mengupayakan terwujudnya madrasah yang berkualitas di wilayah Bangka Selatan kedepannya ?.
            Hal utama yang menjadi fokus perhatian dari semua yang terlibat sebagai pengelola RA/madrasah adalah diperlukan keseriusan dan tanggung jawab serta diiringi keikhlasan dalam pembinaan terhadap peserta didik RA/madrasah yang ada sehingga dihasilkan lulusan RA/madrasah yang berkualitas sesuai target pencapaian yang ditetapkan RA/madrasah bersangkutan. Orang atau masyarakat akan memberikan penilaian terhadap kualitas suatu lembaga pendidikan RA/madrasah diantaranya adalah terlihat dari apa yang diperoleh peserta didik secara nyata selama mengikuti proses pembelajaran di RA/madrasah serta terlihat dari pengetahuan yang dimiliki dan sikap atau akhlak yang tertanam pada diri sertiap lulusan RA/madrasah bersangkutan sebagai hasil pencapaian mereka selama mengikuti proses pembelajaran di RA/madrasah.
            Tak dapat dipungkiri bahwa fasilitas sarana dan prasarana serta pembiayaan adalah ungkapan yang selalu menjadi fokus pembicaraan sebagai faktor yang berpengaruh dalam meningkatkan kualitas suatu lembaga pendidikan. Idealnya lembaga pendidikan RA/madrasah yang dikelola haruslah memenuhi 8 (delapan ) standar nasional pendidikan yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam PP nomor 32 tahun 2013 tentang perubahan atas PP Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan (SNP).
Menyadari akan keterbatasan tenaga pendidik yang kompeten, keterbatasan sumber pembiayaan dan keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki sebagian besar lembaga pendidikan RA dan madrasah di wilayah Kabupaten Bangka Selatan, maka sebagai pengelola sesuai tugas dan fungsi masing-masing mulai dari Kasi Mapenda, Pengawas Madrasah, Kepala RA/Madrasah dan Tenaga pendidik setidaknya berfikir sekuat kemampuan memanfaatkan kekuatan yang ada pada setiap lembaga pendidikan RA/ madrasah untuk mencari solusi, bagaimana agar peserta didik RA/madrasah yang menjadi sasaran utamanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang optimal sebagai prasyarat baginya untuk melanjutkan pencapaian pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi pada jenjang pendidikan berikutnya serta hal terpenting yang mesti dicanangkan adalah bagaimana agar peserta didik RA/madrasah memiliki pribadi berkarakter yang tertanam dalam jiwanya akhlak mulia yang tergambar pada ucapannya dan prilakunya sehari-hari yang memberi dampak pada lingkungan keluarganya dan masyarakat disekitarnya.
Untuk mewujudkan pencapaian target yang ditetapkan sesuai kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan RA/ madrasah sebagaimana gambaran diatas, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Kepala RA/madrasah dan tenaga pendidik sebagai solusi pencapaiannya.
Diantara hal yang perlu dilakukan oleh Kepala RA/madrasah bersama dewan guru adalah penetapan target pencapaian prestasi siswa dibidang akademik dan non akademik pada setiap tahun pelajaran. Pencapaian dibidang akademik bagi lembaga pendidikan Raudhatul Athfal (RA) misalnya ditargetkan 90% peserta didik mencapai prestasi dengan kategori berkembang sangat baik (BSB ) dari 6 perkembangan kompetensi yang harus dikuasainya yaitu (1) kompetensi dasar akhlak/prilaku/sosial/emosional, (2) kompetensi dasar agama Islam, (3) kompetensi bahasa, (4) kompetensi kognitif  yaitu matematika dan sains, (5) kompetensi fisik yaitu motorik kasar dan motorik halus dan (6) kompetensi seni, kemudian dari terapan ajaran Islam ditargetkan misalnya 90% peserta didik hafal huruf hijaiyah, hafal do’a sehari-hari seperti ( do’a makan, do’a belajar, do’a keluar rumah dan do’a untuk kedua orang tua), mampu melakukan praktek gerakan wudhu’ dan gerakan sholat melalui pendekatan belajar sambil bermain tentunya dan lain-lain. Bagi lembaga pendidikan madrasah ( MI, MTs dan MA ) misalnya ditargetkan 85% peserta didik  mencapai prestasi hasil belajar dengan kategori KKM (Kreteria Ketuntasan Minimal) terlampaui dari setiap mata pelajaran yang diajarkan, kemudian dalam bentuk terapan misalnya ditargetkan 50% peserta didik mampu berkomunikasi berbahasa arab sehari-hari, juga ditargetkan misalnya 60% peserta didik telah mengamalkan sholat fardhu dengan penetapan jumlah minimal sholat yang dikerjakan sesuai tingkatan kelas melalui pendekatan pengisian buku kegiatan sholat yang ditanda tangani imam sholat dan atau orang tua untuk pelaksanaan diluar madrasah dan terapan lainnya sebagai pembiasaan sehingga menjdai terbiasa terutama bagi peserta didik kelas IV, V dan VI Madrasah Ibtidaiyah  dan peserta didik kelas VII, VIII dan IX Madrasah Tsanawiyah.
Dibidang non akademik juga perlu ditetapkan target pencapaiannya, misalnya bagi lembaga pendidikan RA dapat mengikutkan peserta didiknya dalam lomba mewarnai dan lomba lainnya dengan target masuk 3 besar tingkat kecamatan dan juga dapat menampilkan beberapa kreasi seni beroreintasi ajaran Islam yang dilakukan peserta didiknya pada acara pelepasan lulusan RA atau pada acara lainnya di tingkat kecamatan dan kabupaten sebagai bentuk motivasi menumbuhkan kreatifitas bagi peserta didiknya. Bagi lembaga pendidikan madrasah misalnya menargetkan dapat mengikutkan peserta didiknya ikut lomba dibidang olahraga dan seni, lomba berpidato bahasa Arab dan bahasa Inggris, lomba olimpiade matematika dan sains dengan target masuk 3 besar tingkat kabupaten dan juga dapat menampilkan beberapa kreasi seni beroreintasi ajaran Islam yang dilakukan peserta didiknya pada acara pelepasan lulusan madrasah sebagai bentuk memberi motivasi dan kreatifitas bagi peserta didik lainnya pada madrasah bersangkutan .
Hal lain yang juga perlu dilakukan khususnya oleh guru RA/madrasah adalah pemanfaatan media internet sebagai sumber pengetahuan untuk meningkatkan wawasan yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru sehingga dapat mengoptimalkan pembinaan dan pembimbingan terhadap peserta didiknya melalui kegiatan proses pembelajaran baik dalam hal peningkatan pemahaman pengetahuan yang diterima peserta didik maupun dalam bentuk terapan yang mesti dikuasai atau diamalkan mereka dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru perlu memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di RA/ madrasah termasuk seperti buku, media dan lingkungan alam di sekitarnya. Kegiatan proses pembelajaran tidak mesti selalu di dalam ruang kelas tetapi biasakan juga dilakukan di luar kelas dalam lingkungan RA/madrasah. Bagi guru RA dapat mengajak peserta didiknya mengenalkan langsung benda-benda, bagian dari tanaman dan bentuk-bentuk bangun ruang yang ada di sekitar lingkungan RA sehingga peserta didik menerima pengetahuan secara nyata apa yang dilihat dan dirasakannya, misalnya dalam hal mewarnai gambar daun jangan arahkan anak hanya pada satu warna hijau, bisa saja anak mewarnainya dengan warna coklat karena daun yang dilihatnya sudah kering atau ada daun merah yang mereka lihat atau warna yang lainnya biarkan mereka berkreasi dan tumbuhkan imajinasinya berkembang sesuai fakta yang mereka lihat, mereka dengar dan mereka rasakan dari setiap materi pembelajaran yang disampaikan pada mereka.
Pendekatan proses pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru madrasah untuk menumbuhkan kreatifitas belajar bagi peserta didiknya adalah membuat skenario pembelajaran yang mengarahkan mereka membaca dari sumber belajar yang ada, menuliskan inti sari atau ringkasan dari apa yang dibaca dan menguraikan secara lisan di depan kelas atau mempresentasikan dari apa yang telah mereka pelajari  dan selanjutnya diberikan alat penilaian sebagai pengukur pencapaian apa yang dipahami peserta didik dari proses pembelajaran yang berlangsung terutama bagi yang telah bisa membaca dan menulis serta materi pelajarannya yang tidak memerlukan penjelasan atau membuat skenario pembelajaran yang mengarahkan peserta didik melihat, mengamati dan meneliti objek sesuai materi pelajaran, lalu menuliskan apa yang dilihat, diamati dan diteliti dari materi yang dimaksudkan sebagai bentuk laporan hasil kegiatan yang ditugaskan kepada mereka dan selanjutnya diberikan penilaian terhadap laporan hasil kegiatan pembelajaran yang ditugaskan tersebut.
Sedangkan untuk pembentukan kepribadian berakhlak baik pada peserta didik, maka guru RA/madrasah perlu melakukan pendekatan pembiasaan terhadap setiap peserta didik untuk berbuat baik seperti membiasakan senyum, bertegur sapa dan memberi ucapan salam kepada setiap warga madrasah yang dijumpai, membiasakan membuang sampah pada tempatnya, membiasakan budaya bersih di lingkungan madrasah dan lain-lain. Hal terpenting yang perlu dilakukan guru dalam pembentukan kepribadian ini yaitu menuliskan catatan pada buku kepribadian tersendiri bagi setiap peserta didik tentang perbuatan keseharian yang dilakukannya selama proses pembelajaran di ruang kelas dan atau selama dalam lingkungan madrasah, kemudian guru mesti memberikan nilai terhadap setiap perbuatan baik yang dilakukan peserta didik sebagai cermin kepribadiannya, dan dari penilaian kepribadian tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan guru untuk penambahan nilai mata pelajaran yang akan ditetapkan sebagai nilai akhir pada buku rapor peserta didik bersangkutan.
Kemudian hal yang juga perlu dilakukan oleh Kepala madrasah dan dewan guru khususnya di lingkungan lembaga pendidikan MTs dan MA yang berbasis pondok pesantren yaitu memberikan pembinaan berwirausaha terhadap peserta didiknya dengan pemanfaatan lahan yang tersisa di sekitar madrasah, misalnya digunakan tempat bercocok tanam sayur-mayur dengan memakai media poliback dan berternak ayam kampung dan atau yang lainnya. Kegiatan demikian dilakukan untuk mendidik peserta didik agar tertanam sikap disiplin dan tanggung jawab karena mereka harus merawat tanaman dengan melakukan penyiraman dan pemupukan  atau mereka harus memberi makan ayam, membersihkan kandang dan mengolah kotoran ayam untuk pupuk kandang dan sebagainya serta untuk membimbing peserta didik agar tumbuh kesadarannya berwirausaha. Dari hasil kegiatan peserta didik ini diharapkan bermanfaat baginya setelah mereka menyelesaikan pendidikan di madrasah nantinya serta dapat dijadikan sebagai sumber kebutuhan untuk di makan oleh peserta didik sendiri bersama dewan guru di lingkungan madrasah.
Itulah diantara solusi yang memungkinkan untuk dapat dilaksanakan oleh Kepala RA/madrasah bersama dewan guru sebagai upaya membangun madrasah berkualitas di wilayah Kabupaten Bangka Selatan dengan tolak ukurnya yaitu dihasilkan peserta didik yang berprestasi dibidang akademik dan non akademik, peserta didik yang berkepribadian baik terlihat dari perilaku akhlaknya yang baik disertai pengamalan terapan ibadah secara konsisten dalam kesehariannya serta peserta didik yang tumbuh kesadarannya berwirausaha yang memberi manfaat bagi kehidupan dirinya dan lingkungan di sekitarnya.
 

Selasa, 14 Oktober 2014

KEPALA MI SE BANGKA SELATAN MENGIKUTI KEGIATAN PKB

 Keterangan : Peserta dari Kemenag Bangka Selatan Lagi serius mengikuti kegiatan PKB

 Keterangan : Pak Robinson dan Pak Ahmad Fauzili lagi serius berdiskusi
Toboali, (14/10/2014), Bertempat di Hotel Novila Sungailiat, 5 orang kepala MI se Bangka Selatan bersama dengan seluruh Kepala SD dan MI Se Bangka Selatan, Bangka Tengah dan Pangkalpinang mengikuti kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Lembaga pengembangan Keprofesian Berkelenjutan (PKB). kegiatan ini berlangsung selama lima (5) hari yaitu mulai tanggal 13 sampai dengan 17 Oktober 2014. kegiatan ini selain diikuti oleh kepala SD dan MI juga diikuti oleh Pengawas SD/MI. Untuk Bangka Selatan diikuti oleh Drs. Jaya seorang Pengawas Tingkat dasar yang bertugas di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan.
kegiatab ini merupakan kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh P4TK Bahasa Kementerian pendidikan dan Kebudayaan, tapi bedanya P4TK Bahasa menyelenggarakan untuk tingkat MTs dan SMP sedangkan tingkat SD dan MI diselenggarakan oleh LPMP. tapi tujuan dari kegiatan ini adalah sama yaitu untuk menyiapkan para kepala sekolah/madrasah untuk dapat melaksanakan Pengelolaan Kurikulu, Supervisi Akademik, Keuangan, Pengelolaan Siswa dan PTK dan Sarana Prasana.
kepala seksi pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Bangka Selatan, Iskandar, S.Pd.I mengharapkan semoga kepala Madrasah yang telah mengikuti kegiatan ini langsung dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat kepada para guru yang ada di madrasah masing-masing terutama kepala madrassah negeri dan kepala madrasah yang gurunya ada yang berstatus PNS. karena banyak guru yang belum mengerti apa yang akan dinilai saat dilaksanakannya penilaian kinerja guru oleh kepala madrasah maupun teman sejawat yang memiliki pangkat dan golongan yang lebih tinggi.
salah seorang kepala MI yang mengikuti kegiatan ini, Ahmad Fauzili, S.Pd.I yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala MIN Pangkal Buluh mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dirinya karena dengan mengikuti kegiatan ini beliau dapat menerapkan ilmunya kepada para guru yang ada di MIN Pangkal Buluh yang mayoritas berstatus PNS. semoga setelah kegiatan ini berlangsung beliau langsung bisa melaksakan program,-program yang mencakup pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) ini. (cikghusoedi)

Rabu, 08 Oktober 2014

KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN


Toboali (8/10/2014), Bertempat di Hotel Novotel Pangkalan Baru Bangka Tengah Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa (P4TK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada tanggal 11 Oktober sampai dengan 15 Oktober 2014. Kegiatan ini di ikuti oleh pengawas dan kepala sekolah/madrasah baik dari Lingkungan Dinas Pendidikan maupun Kantor Kementerian Agama se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk meningkat kompetensi para pengawas maupun kepala madrasah dalam melaksanakan Tupoksi masing-masing dilingkungan sekolah dan madrasah yang mereka pimpin.
menurut Drs. Ridwan Taufik, Pengawas Madrasah tingkat menengah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan, kegiatan ini bisa mengembangkan kemampuan dan kompetensi mereka dalam menjalankan fungsi sebagai pengawas terutama pengawas madra
sah. menurutnya kembali kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh pihak P4TK Bahasa dalam tujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dan kompetensi para pengawas maupun kepala madrasah.
dalam kegiatan ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan mengirimkan 1 orang Pengawas dan 5 Orang Kepala MTs. Iskandar, S.Pd.I selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan mengharapkan setelah kegiatan ini selesai diikuti seluruh kepala MTs yang dikirim, para kepala MTs ini dapat menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan terutama dalam pengembangan keprofesian mereka sebagai Kepala MTs.